Studi Banding MO PKPA Besakih di Timur Jawa


Studi Banding MO PKPA Besakih di Timur Jawa

“Long Life Education” adalah slogan yang tepat untuk menggambarkan kegiatan tahunan Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih (MO PKPA Besakih). Pengertian ini lahir dari studi banding yang telah dilakukan MO PKPA Besakih ke Malang dan Surabaya pada 29 April sampai 2 Mei 2019. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk belajar di lokasi dan lingkungan berbeda dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan nantinya akan dijadikan tolak ukur pengelolaan jangka pendek maupun jangka panjang di Kawasan Pura Agung Besakih.

Dalam kegiatan kali ini, MO PKPA Besakih melibatkan 15 orang termasuk; Manager, Wakil Manager, Sekretaris, Bagian Umum & Kepegawaian, Bagian Pengembangan & Promosi, Bagian Pramuwisata, Bagian Kebersihan & Pertamanan, Bagian Tiket, beserta 7 orang Tenaga Harian Lepas (THL).

            Studi banding yang dilakukan kali ini berlangsung selama 4 hari 3 malam, diawali dengan mengunjungi Malang Kota Wisata dan pindah ke Surabaya pada tanggal 1 Mei 2019. Selama berada di kota Malang, rombongan MO PKPA Besakih berkesempatan mengunjungi dan merasakan langsung suasana beberapa tempat wisata terkenal Kota Apel ini diantaranya; Selecta, Museum Angkut dan Batu Flower Garden. Sedangkan di Ibu Kota Jawa Timur, rombongan berkesempatan mengunjungi beberapa landmark terkenal termasuk Tugu Pahlawan House Of Sampoerna, bahkan berbelanja di Pasar Genteng.

Kepala Bagian Pengembangan & Promosi MO PKPA Besakih, I Gusti Ngurah Emaputra selaku penanggung jawab studi banding mengungkapkan, “Setelah kita melihat dan membandingkan apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita dalam hal praktek, begitu juga prosedur pengelolaan kita di Kawasan Pura Agung Besakih dengan tempat wisata yang telah kita kunjungi, ternyata potensi kunjungan wisatawan domestik di sana sangat besar. Jauh dengan kita yang rata-rata kunjungan wisatawan domestik ke Kawasan Pura Agung Besakih hanya 70 orang.”

Ema melanjutkan, “Alasan utama sedikitnya wisatawan domestik yang berkunjung ke Besakih dikarenakan jarak tempuh yang lumayan jauh dari pusat kota maupun objek wisata lainnya, begitu juga jalur yang dilalui sedikit rawan seperti misalnya jalur di daerah bukit jambul. Mengapa demikian? Karena wisatawan domestik jika melakukan perjalanan wisata kebanyakan dari mereka selalu mengajak rombongan, jadi minimal harus memakai alat transportasi yang besar berupa bus, nah susahnya bus ini lewat jalur bukit jambul yang menyebabkan wisatawan domestik yang berkunjung kesini.” (mky)