Manajemen Operasional Pura Agung Besakih Ikuti FGD Penyusunan SOP Pengamanan


Manajemen Operasional Pura Agung Besakih  Ikuti FGD Penyusunan SOP Pengamanan

Demi meningkatkan keamanan Pura, khususnya Pura Besakih sebagai daya Tarik wisata, Direktorat Perlindungan, Subdit Pengamanan Lingkungan menyelenggarakan kegiatan, “Focus Group Discussion II Penyusunan SOP Pengamanan Pura Dalam Menghadapi Ancaman Terorisme di Bali.”

            Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/06) ini mengambil tempat di ruang rapat Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, dengan menghadirkan beberapa narasumber yang bertindak langsung sebagai pelaksana, yaitu diantaranya Mario Humberto dan Drz. Herwan Chaidir (Dir Perlindungan BNPT), Putu Suhartama (Kementerian Agama), serta Dr. Kemal Dermawan, M.Si (Dept. Kriminologi UI).

            Pihak Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih sebagai tuan rumah tidak mau ketinggalan untuk turut serta hadir dalam FGD yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam mulai pukul 09-00 sampai 17.00.

            Salah satu peserta FGD dari pihak Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih, Ni Luh Eka Adnyani menuturkan besar harapannya FGD ini menjadi awal terciptanya keamanan yang lebih baik lagi di Bali khususnya Besakih.

            “Dari FGD ini kita bisa banyak belajar tentang keamanan, khususnya di sekitar tempat suci kita yaitu Pura. Besar harapan saya ke depan agar kemanan di Bali, khususnya di Besakih bisa menjadi lebih baik agar semua pihak selalu merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

            Eka juga mengungkapkan betapa pentingnya kegiatan seperti FGD dan pelatihan diadakan, karena selain sebagai ajang untuk menambah ilmu dan wawasan, itu adalah suatu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

            “Kalau nanti ada pelatihan atau diskusi lagi, tentang apa pun itu yang menyangkut kepentingan banyak orang, saya rasa itu sangat penting diadakan. Karena meski itu dipandang remeh, padahal kan, itu sangat penting bagi kita semua. Itu juga menunjukkan jika pemerintah perduli pada apa yang terjadi di masyarakat,” pungkasnya. (das)